Unbari Menjemput Era AI, Wamenaker Soroti Kesiapan Lulusan Hadapi Dunia Kerja

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor memberikan Kuliah Umum di Universitas Batanghari, Jambi.

Jambi — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, M.Si., IPU, memberikan kuliah umum di Universitas Batanghari (Unbari), Jambi, sabtu (12/09/2026).

Kuliah umum mengangkat tema “Generasi Muda dan Bonus Demografi: Menjemput Peluang di Era Transformasi Dunia Kerja”. Kegiatan tersebut membahas kondisi ketenagakerjaan Indonesia sekaligus kesiapan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja akibat perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Kegiatan dihadiri jajaran pimpinan Universitas Batanghari, unsur Kementerian Ketenagakerjaan, serta sejumlah tamu undangan. Dari lingkungan Kemnaker, turut hadir Alfi Nofriansyah Rustam selaku Tenaga Ahli Wamenaker.

Sementara dari unsur legislatif daerah hadir Ahmad Fauzi Ansori, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Jambi. Sejumlah undangan lainnya dari kalangan dunia usaha dan tokoh masyarakat juga turut menghadiri kegiatan tersebut.

Afriansyah Soroti Peran Unbari

Dalam pemaparannya, Afriansyah Noor turut menyinggung sejarah dan perkembangan Universitas Batanghari sebagai salah satu perguruan tinggi di Provinsi Jambi.

Sebagai putra daerah Jambi, Afriansyah mengaku memiliki kedekatan dengan Unbari. Ia menyebut banyak kerabat dan rekan yang pernah menempuh pendidikan di kampus tersebut, termasuk di Fakultas Teknik.

Menurut Afriansyah, perkembangan pendidikan tinggi di Jambi yang semakin pesat membuat perguruan tinggi harus terus meningkatkan kualitas lulusannya.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor

Ia mendorong Unbari untuk terus memperkuat mutu pendidikan dan meningkatkan capaian akreditasi sehingga mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya.

Angkatan Kerja Capai 154,91 Juta Orang

Memasuki materi utama, Afriansyah memaparkan tantangan ketenagakerjaan yang dihadapi Indonesia di tengah bonus demografi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Februari 2026, jumlah angkatan kerja Indonesia mencapai 154,91 juta orang. Dari jumlah tersebut, penduduk yang bekerja tercatat sebanyak 147,67 juta orang, sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada pada angka 4,68 persen.

Besarnya jumlah angkatan kerja tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan. Pertumbuhan jumlah penduduk usia produktif harus diikuti peningkatan kompetensi agar mampu terserap dalam pasar kerja yang terus berubah.

Afriansyah juga menyoroti perubahan karakter generasi muda, khususnya Generasi Z, yang tumbuh dalam lingkungan digital.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan kehadiran kecerdasan buatan memberikan akses yang jauh lebih luas terhadap informasi dan pengetahuan. Namun, kemudahan teknologi tidak otomatis membuat lulusan siap memasuki dunia kerja.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor

Persoalan kompetensi dan kesesuaian antara pendidikan dengan kebutuhan industri masih menjadi tantangan.

Kampus dan Industri Diminta Perkuat Link and Match

Untuk menghadapi perubahan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan mendorong penguatan hubungan antara perguruan tinggi, dunia usaha dan dunia industri.

Konsep link and match dinilai penting agar kompetensi yang diperoleh mahasiswa selama berada di bangku kuliah sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Afriansyah menekankan bahwa generasi muda tidak cukup hanya mengandalkan ijazah. Penguasaan keterampilan, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, serta kesiapan menghadapi perubahan kebutuhan industri menjadi bagian penting dalam memasuki dunia kerja.

Melalui kuliah umum tersebut, mahasiswa Unbari diajak melihat bonus demografi bukan hanya sebagai besarnya jumlah penduduk usia produktif, tetapi juga sebagai peluang yang harus dipersiapkan dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup