Pengukuhan DPP GMNI: Sujahri Somar Menegaskan Bencana Lingkungan Adalah Masalah Keadilan Bukan Takdir

ArahNegeri.co.id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menegaskan sikapnya bahwa krisis lingkungan yang melanda berbagai wilayah Indonesia,termasuk banjir dan longsor di Sumatera bukan sekadar peristiwa alam, melainkan akibat dari ketimpangan relasi antara manusia, kebijakan, dan alam.
Dalam momentum pengukuhan dan reposisi organisasi, GMNI menilai bahwa bencana ekologis hari ini adalah cermin dari pembangunan yang mengabaikan daya dukung lingkungan dan keselamatan rakyat. Ketika eksploitasi dilegalkan atas nama investasi dan pertumbuhan, rakyat kecil selalu menjadi korban pertama dan terdengar paling terakhir.
GMNI menolak narasi bahwa bencana adalah takdir. “Bencana adalah hasil dari pilihan,” tegas GMNI. Pilihan kebijakan yang menempatkan keuntungan di atas keberlanjutan, dan proyek di atas kemanusiaan.
Sebagai bentuk tanggung jawab nyata, GMNI menggalang dan menyalurkan donasi bagi korban terdampak bencana di Sumatera. Bagi GMNI, solidaritas bukan aksi simbolik, melainkan bentuk paling awal dari perjuangan ideologis. Marhaenisme hidup ketika keberpihakan diwujudkan dalam tindakan.
GMNI menegaskan komitmennya untuk terus berdiri di sisi rakyat terdampak krisis lingkungan bukan hanya saat bencana menjadi headline, tetapi juga dalam advokasi jangka panjang terhadap kebijakan pembangunan yang adil dan berkelanjutan.
Reposisi GMNI hari ini menandai satu sikap jelas: krisis lingkungan adalah isu kemanusiaan dan keadilan sosial. Dan dalam setiap krisis, GMNI memilih untuk hadir, berpihak, dan bertindak.
“Pengukuhan GMNI 2025: Sujahri Somar Luncurkan REDLAB, Laboratorium AI & Media Analytics”
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menandai babak baru perjuangan organisasinya dalam momentum Pengukuhan Pengurus DPP GMNI dengan meluncurkan REDLAB (Laboratorium Merah)—sebuah laboratorium Media Analytics dan Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk memperkuat kaderisasi ideologis di era digital.
Peluncuran REDLAB disampaikan langsung oleh Sujahri Somar, Ketua Umum DPP GMNI, sebagai bagian dari agenda besar Reposisi GMNI: Kembali Meneguhkan Spirit Marhaenisme. Dalam pidatonya, Sujahri menegaskan bahwa medan perjuangan hari ini tidak lagi hanya berada di jalanan atau ruang kelas, tetapi juga di ruang digital yang dipenuhi algoritma, big data, dan pertarungan opini.
“Ketimpangan hari ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal informasi. Siapa yang menguasai data dan narasi, dialah yang menentukan arah kesadaran publik,” tegas Sujahri Somar.
REDLAB hadir sebagai jawaban GMNI terhadap kebisingan zaman. Laboratorium ini difokuskan pada analisis percakapan publik, pemetaan opini media, serta pemanfaatan AI secara etis dan ideologis. Tujuannya bukan untuk memanipulasi, melainkan membekali kader agar mampu membaca realitas sosial secara jernih, kritis, dan bertanggung jawab.
Dari REDLAB lahir Buletin Zaken, produk analisis media berbasis data yang membedah isu- isu publik secara rasional, serta GMNI.AI, platform kecerdasan buatan yang dirancang untuk mendemokratisasikan pengetahuan bagi kader GMNI di seluruh Indonesia.
Melalui pengukuhan ini, GMNI menegaskan bahwa Marhaenisme tidak anti-teknologi. Sebaliknya, ideologi harus memimpin teknologi—bukan tunduk padanya. REDLAB menjadi simbol bahwa GMNI siap menghadapi masa depan: berdaulat secara ideologis, adaptif secara teknologi, dan konsisten berpihak pada rakyat.














