Pemkot Jambi dan Kemenag Bahas Penguatan Karakter Siswa hingga Perlindungan Sosial Guru

Kota Jambi – Pemerintah Kota Jambi bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jambi menggelar rapat koordinasi peningkatan mutu layanan pendidikan madrasah di Aula Grha Siginjai, Kantor Wali Kota Jambi, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Jambi Maulana, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kemenag Kota Jambi Habibi, serta sekitar 138 kepala madrasah dari berbagai jenjang pendidikan. Sejumlah pengawas, penyuluh agama, kepala Kantor Urusan Agama (KUA), serta unsur Kejaksaan dan Kepolisian juga hadir dalam pertemuan tersebut.
Dalam kegiatan itu, Maulana menekankan pentingnya kerja sama pemerintah daerah, Kemenag, dan tenaga pendidik untuk memperkuat pendidikan karakter serta pembinaan akhlak siswa.
Ia menyebut tantangan yang dihadapi generasi muda, termasuk penyalahgunaan narkoba, keterlibatan dalam geng motor, dan tindak pidana lainnya, membutuhkan perhatian bersama.
Menurut Maulana, seluruh siswa di Kota Jambi, baik yang bersekolah di lembaga negeri, swasta, maupun madrasah, berhak mendapatkan perhatian dan kualitas pendidikan yang setara.
Pemkot Jambi juga menyiapkan ruang publik sebagai tempat kegiatan positif bagi anak muda. Sejumlah lokasi yang disebut antara lain Danau Sipin, Telago Kajang Lako, Bajarana Budayo, kawasan Kota Tua, serta fasilitas olahraga.
Upaya tersebut turut dikaitkan dengan program Kampung Bahagia di tingkat rukun tetangga (RT) dan pengembangan lingkungan yang ramah anak.
Perluas Perlindungan Sosial Guru dan Pelayan Keagamaan
Selain pendidikan siswa, pertemuan tersebut membahas perlindungan sosial bagi tenaga pendidik dan pelayan keagamaan.
Pemkot Jambi menyatakan terus memperluas cakupan jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi guru madrasah non-ASN, marbot masjid, penggali kubur, serta petugas penyelenggara jenazah.
Maulana menyebut perlindungan tersebut ditujukan untuk memberikan kepastian jaminan sosial kepada mereka yang menjalankan tugas pelayanan pendidikan dan keagamaan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Plt. Kepala Kantor Kemenag Kota Jambi Habibi menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkot Jambi terhadap sarana dan prasarana pendidikan Islam serta pelayanan keagamaan.
Dukungan yang disebutkan meliputi hibah gedung Asrama Haji, kendaraan operasional, serta penyediaan dan penetapan hibah tanah untuk kantor KUA. Pemkot Jambi juga menyiapkan lahan bagi KUA di Kecamatan Palmerah, Bagan Pete, dan Danau Sipin, serta merencanakan alokasi tanah untuk pengembangan MAN 1 Kota Jambi.
Data Pendidikan Madrasah di Kota Jambi
Berdasarkan data Kemenag Kota Jambi yang disampaikan dalam pemberitaan tersebut, terdapat 138 madrasah dengan total 28.659 siswa.
Sektor pendidikan madrasah didukung oleh 2.483 guru dan tenaga kependidikan. Rinciannya mencakup 557 PNS, 76 PPPK, dan 1.589 guru non-ASN. Sebanyak 1.214 pendidik tercatat telah memiliki sertifikasi profesi.
Rapat koordinasi tersebut menjadi forum bagi Pemkot Jambi, Kemenag, dan unsur penegak hukum untuk membahas peningkatan mutu pendidikan madrasah, perlindungan sosial tenaga pendidik, serta dukungan terhadap sarana dan prasarana pendidikan keagamaan.










