Viral Sopir Mengaku Ditolak Isi Solar di SPBU Talang Gulo, Muncul Dugaan Praktik Pelangsiran BBM

SPBU Talang Gulo (24.361.70)

Jambi – Sebuah video yang beredar di media sosial TikTok memperlihatkan seorang sopir mengeluhkan penolakan saat hendak mengisi bahan bakar bersubsidi jenis Bio Solar di SPBU Talang Gulo, Kota Baru, Kota Jambi (SPBU 24.361.70). Video tersebut viral dan memicu berbagai tanggapan dari masyarakat.

Dalam rekaman yang beredar, sopir yang merekam video mempertanyakan kebijakan pengisian BBM di SPBU tersebut. Ia mengaku tidak diperbolehkan mengisi Bio Solar dengan alasan stok habis, sementara sejumlah kendaraan lain masih terlihat berada di area pengisian.

“Mobil dam diisi, giliran kami mau isi dibilang habis. Katanya tidak boleh karena bukan punya perusahaan. Banyak sopir angkutan yang putar balik karena tidak dapat solar,” ujar perekam dalam video tersebut.

Sopir itu juga menuding kendaraan milik perusahaan maupun kendaraan yang berkaitan dengan aktivitas tambang lebih mudah mendapatkan pasokan Bio Solar dibandingkan kendaraan angkutan lainnya.

Menindaklanjuti informasi yang beredar, tim redaksi melakukan penelusuran dan memperoleh keterangan dari seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Menurut narasumber tersebut, SPBU Talang Gulo diduga kerap menjadi lokasi aktivitas pelangsiran BBM bersubsidi.

“SPBU itu tempat pelangsir, Bang,” kata narasumber kepada tim redaksi.

Ia mengklaim para pelangsir yang melakukan pengisian di lokasi tersebut memberikan sejumlah uang kepada operator SPBU.

“Orang yang melansir minyak di sana bayar KR Bang Rp40 ribu ke operator,” ujarnya.

Selain itu, narasumber juga mengungkap dugaan adanya praktik pungutan yang melibatkan oknum Kepolisian tertentu. Ia menyebut para pelangsir disebut-sebut melakukan iuran yang nominalnya bervariasi.

“Kami biasanya iuran sekitar Rp5 ribu per mobil. Katanya untuk setoran ketika ada patroli polisi yang datang. Kalau Rp5 ribu itu untuk patroli dari Polsek, Polres dan Polda beda lagi Bang,” ungkapnya.

Namun demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait tudingan tersebut.

Narasumber juga menuding adanya kendaraan yang disebut sebagai “mobil kantor” yang diduga memperoleh prioritas dalam distribusi BBM di SPBU tersebut.

Menurut pengakuannya, sebagian pasokan BBM yang masuk ke SPBU disebut telah dialokasikan khusus untuk kendaraan tertentu tanpa harus mengikuti antrean seperti pengguna lainnya.

“Kalau minyak yang masuk misalnya 16 ton, 4 ton nya jadi jatah kendaraan kantor pemilik SPBU Bang. Sisanya baru untuk yang lain. Bahkan kendaraan itu masih ikut antre lagi bersama pelangsir,” katanya.

Ia juga mengklaim bahwa para pelangsir tidak perlu mengantre secara langsung di lokasi karena telah memiliki daftar antrean yang dicatat sebelumnya.

“Mereka tinggal menunggu nomor antrean Bang, jadi tidak perlu antre parkir di pom, nanti tunggu udah dekat nomor antre baru mereka ke pom,” ujarnya.

Selain berbagai dugaan tersebut, narasumber turut menyebut nama seseorang yang disebut  Diduga sebagai pemilik SPBU Talang Gulo. Namun, informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

”yang punya Pom Itu Asiang Bang”

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPBU Talang Gulo maupun pihak Pertamina belum memberikan keterangan resmi terkait video viral maupun berbagai dugaan yang disampaikan.

Tim redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait untuk memperoleh penjelasan dan klarifikasi atas informasi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup