Bunga Bangkai Mekar di Pekarangan Warga Jambi, Jadi Tontonan Masyarakat

Muaro Jambi, Arahnegeri – Kemunculan bunga bangkai yang mekar di pekarangan rumah warga di Desa Jambi Tulo, Kabupaten Muaro Jambi, menarik perhatian masyarakat dalam beberapa hari terakhir. Tanaman langka yang dikenal memiliki aroma menyengat itu menjadi tontonan warga yang datang untuk melihat langsung proses mekarnya.
Bunga bangkai tersebut diketahui merupakan jenis Amorphophallus paeoniifolius atau yang juga dikenal sebagai bunga suweg. Tanaman itu tumbuh di lahan milik warga dan memiliki tinggi sekitar 50 hingga 70 sentimeter saat memasuki masa mekar sempurna.

Aroma khas menyerupai bangkai yang dikeluarkan bunga tersebut menjadi salah satu daya tarik sekaligus ciri utama tanaman. Bau menyengat itu berfungsi untuk menarik serangga penyerbuk yang membantu proses reproduksi bunga.
Warga setempat mengaku kemunculan bunga bangkai bukan pertama kali terjadi di wilayah tersebut. Namun, mekarnya bunga tetap menjadi peristiwa yang menarik perhatian karena tidak berlangsung lama dan tidak dapat diprediksi secara pasti.
“Setiap kali mekar selalu ada warga yang datang melihat dan mengabadikan momen ini,” ujar salah seorang warga setempat.
Fenomena bunga bangkai yang tumbuh di pekarangan warga menunjukkan bahwa tanaman khas Sumatra itu masih dapat ditemukan di luar kawasan hutan. Kondisi tersebut sekaligus menjadi indikasi bahwa sebagian habitat alami dan lingkungan pendukung pertumbuhan tanaman masih terjaga.
Meski kerap disebut bunga bangkai, jenis yang ditemukan di Muaro Jambi berbeda dengan Amorphophallus titanum atau bunga bangkai raksasa yang memiliki ukuran jauh lebih besar dan termasuk salah satu flora langka Indonesia. Keduanya memiliki kesamaan dalam menghasilkan aroma menyengat sebagai strategi alami untuk menarik serangga penyerbuk.
Kemunculan bunga bangkai di tengah permukiman warga menjadi pengingat akan kekayaan keanekaragaman hayati yang dimiliki Provinsi Jambi. Di tengah perkembangan kawasan permukiman dan aktivitas manusia, keberadaan flora unik tersebut masih dapat dijumpai dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.








