Ketua FORKI Jambi Abun Yani Sentil Dispora–KONI, Soroti Ketimpangan Pembinaan Karate

Jambi — Dunia olahraga Jambi kembali memanas pasca Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI). Ketua Umum FORKI Provinsi Jambi periode 2026–2030, Abun Yani, melontarkan kritik keras terhadap pola pembinaan cabang olahraga di daerah, khususnya yang berkaitan dengan perhatian pemerintah dan induk organisasi olahraga.
Abun Yani sendiri resmi terpilih sebagai Ketua Umum FORKI Jambi setelah meraih mayoritas suara dalam Musprovlub yang digelar di Gedung KONI Provinsi Jambi pada akhir Januari 2026.
Pernyataan keras itu disampaikan Abun Yani usai membuka Kejuaraan Provinsi INKAI di GOR Kota Baru Jambi, Sabtu (7/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, ia secara terbuka meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jambi memberikan perhatian yang adil kepada seluruh cabang olahraga, termasuk karate.
“Perhatian terhadap FORKI harus setara dengan cabor lainnya. Tanpa pembinaan yang adil, mustahil kita bisa melahirkan atlet berprestasi hingga level nasional dan internasional,” ujar Abun Yani di hadapan peserta kejuaraan.
Menurutnya, karate merupakan salah satu cabang olahraga besar di Provinsi Jambi karena menaungi puluhan perguruan dan memiliki basis atlet yang luas. Namun dalam praktiknya, ia menilai pembinaan dan dukungan anggaran belum maksimal.
Abun Yani mengaku menemukan indikasi ketimpangan dalam distribusi perhatian terhadap cabor tertentu. Ia menilai sebagian cabang olahraga harus berjuang secara mandiri tanpa dukungan pembinaan yang seimbang dari otoritas olahraga daerah.
“Kalau pembinaan tidak merata, target prestasi hanya akan jadi slogan. Kita bicara masa depan atlet,” tegasnya.
Pernyataan tersebut dinilai sebagai sinyal keras kepada KONI dan Dispora untuk mengevaluasi sistem pembinaan, mulai dari distribusi bantuan, program pelatihan, hingga pola pendampingan atlet.
Abun Yani menegaskan bahwa FORKI siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan KONI, namun ia mengingatkan bahwa keberhasilan olahraga daerah tidak bisa bertumpu pada semangat pengurus semata.
“Kalau sistem pembinaan tidak dibenahi, mimpi mencetak atlet kelas dunia hanya akan jadi retorika,” katanya.
Hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan resmi dari pihak KONI maupun Dispora Provinsi Jambi terkait kritik tersebut. Publik olahraga kini menunggu langkah konkret kedua lembaga dalam menjawab sorotan yang dilontarkan oleh ketua FORKI yang baru dilantik.














